MANAJEMEN KEUANGAN: SEWA GUNA LAHAN (LEASING)

 


Judul Buku                 : MANAJEMEN KEUANGAN: SEWA GUNA LAHAN (LEASING)

Penulis                          : M. Yogi Eka Pranata, S.Tr.Tra ; Prof. Dr. Lusiana, SE, MM

                                           Marwan, SKM ; Sumarta Endra, S.S.T (TD)

Editor                            : Prof. Dr. Lusiana, SE, MM

Tata Letak                  : Marwan, SKM

Desain Sampul           : Sumarta Endra, S.S.T (TD)

                 

                 

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit Fahmi Karya

Anggota IKAPI No. 047/SBA/2024        

Jl. Gunung Bungsu RT 01/RW 02, Sumur Cindai

Kelurahan Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26231

HP/WA     : 081377856115

Email         : penerbitfahmikarya@gmail.com

Website    : www.fahmikarya.com 

 

 

ISBN

Cetakan Pertama, Maret 2025

viii + 80 hlm: 15,5 x 23 cm

Front CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11

 

SINOPSIS

Dalam dunia bisnis yang dinamis, manajemen keuangan yang efektif menjadi kunci utama bagi keberhasilan suatu perusahaan. Salah satu instrumen keuangan yang semakin populer adalah sewa guna lahan atau leasing. Leasing menawarkan fleksibilitas dan efisiensi dalam pengelolaan aset, khususnya lahan, yang memiliki nilai strategis dalam berbagai sektor industri.

Leasing lahan memungkinkan perusahaan untuk menggunakan aset tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk pembelian. Dengan demikian, perusahaan dapat mengalokasikan dana yang ada untuk investasi lain yang lebih produktif. Selain itu, leasing juga memberikan kepastian biaya karena pembayaran sewa biasanya tetap selama masa kontrak, sehingga memudahkan perencanaan keuangan jangka panjang.

Dari segi akuntansi, leasing lahan juga memiliki keuntungan. Biaya sewa dapat diperlakukan sebagai beban operasional, yang dapat mengurangi laba kena pajak. Hal ini berbeda dengan pembelian aset, di mana penyusutan aset yang dapat dikurangkan dari pajak. Selain itu, leasing juga dapat menghindari risiko kepemilikan aset yang nilainya dapat berfluktuasi.

Namun, leasing lahan juga memiliki beberapa pertimbangan. Perusahaan harus cermat dalam menganalisis biaya total leasing dibandingkan dengan pembelian langsung. Selain itu, fleksibilitas dalam mengakhiri kontrak leasing juga perlu diperhatikan, terutama dalam situasi bisnis yang tidak pasti.

Dalam konteks manajemen risiko, leasing lahan dapat mengurangi risiko kepemilikan aset yang tidak likuid. Jika perusahaan membutuhkan lahan untuk proyek jangka pendek atau menengah, leasing dapat menjadi pilihan yang lebih bijaksana daripada pembelian yang mengikat modal dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, leasing lahan merupakan instrumen manajemen keuangan yang efektif jika dikelola dengan bijak. Perusahaan perlu mempertimbangkan kebutuhan, kondisi keuangan, dan strategi bisnis mereka sebelum memutuskan untuk menggunakan leasing. Dengan perencanaan yang matang, leasing dapat menjadi alat yang kuat untuk mencapai tujuan keuangan perusahaan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama